26.10.09

Ke-100

Dalam rangka merayakan kemenangan Rossi ke-100, saya bagi-bagi e-book gratis di http://hujanangin.blogspot.com/

VIVA ROSSI! (^_^)


mucho gracias!

16.1.09

Labbaika Ya Palestin!



Di udara, tidak terjangkau tinggi, kamu mengepung kami dengan F-16 dan Aparche.
Di darat, kamu susun kereta-kereta besi dan pagar-pagar tinggi lagi berduri.
Di laut, tidak terenang tenaga kecil kami, sedang armada kamu menyekat bantuan dan makanan tanpa belas kasihan.

Tinggallah hospital-hospital kami, tempat yang tidak boleh lagi kami bersembunyi,
yang ada hanya doktor dan jururawat yang tidak punya bius dan ubat,
sedang ruang bergelimpangan tubuh-tubuh sendat dan wangi mayat-mayat!

Ya Allah, Yahdika ya Falastin!
Kami hanya punya dua tangan menadah keampunan dan ihsan pertolongan.
Kami menadah penuh pasrah agar Engkau turunkan tentera Ababil-Mu dari langit yang pernah menghancurkan Abrahah.

Belahlah lautan agar tenggelam armada lanun yang berwajah Firaun kerasukan.
Rekahkanlah bumi-Mu dan tumpahkanlah masin laut mati-Mu
agar larut tentera-tentera yang melata di tanah kami seperti kauhina kaum Nabi Lut!
Labbaika Ya Allah, Labbaika Ya Palestin!

- Azman al-Kurauwi
5 Januari 2009/DBPKL

5.1.09

S e n y u m a n

Oleh : Saifun Arif Kojeh

Kelopak hari mulai menerang. Saat semua orang bisa memberikan senyumannya. Tapi temanku dongkol. Dia menggerutu.
”Senyummu menambah bonku.”
Kok senyuman bisa menambah bon. Bagaimana ceritanya. Padahal senyumkan bisa menambah ibadah. Aneh saja perkataan temanku ini. Sebentar, aku menganalisis perkataannya. Kemudian aku telah mendapatkan maknanya. Aku berpikir sekali lagi.
Dia tidak boleh berpikiran begitu. Lebih baik kunasihati dia.
Aku memberikan nasihat kepadanya.
”Tidak baik kamu berkata begitu. Bersyukurlah kamu kepada Allah, karena orang dapat memberikan senyumannya padamu. Lebih tidak enak lagi kalau orang cemberut padamu. Kalau orang cemberut bisa saja kamu menjadi marah. Kamu akan mengatakan dia adalah orang yang sombong. Dingin. Kamu harus tahu bahwa senyuman adalah ibadah.”
”Ya, sih. Tapi dia bukan orang yang kita kenal. Kok mau-maunya dia pamer senyum setiap melewati kita. Memangnya kita kemaruk dengan senyumnya.”
Aku malah membantah ucapannya. Karena dia orangnya egois.
Aku hanya memberikan dia sebuah kata terakhir.
”Kalau tidak ada senyuman di dunia ini apa jadinya? Kamu cari jawabannya sendiri ya!”
Dia hanya termesem.
Apakah dia mulai mengerti atau tidak dengan arti senyuman? Aku tak peduli lagi. Karena aku sudah berlalu meninggalkannya. Aku berlari mengejar kupu-kupu putih yang asyik bermain di taman kehidupan. Kehidupan yang sudah sekian lama kulalui. Kupu-kupu putih itu jelmaan malaikat atau bukan? Jelmaan peri atau bukan? Pembawa keberuntungankah? Tamu tak diundangkah? Aku tak peduli. Karena saat ini hatiku senang, ingin bermain kehidupan dengannya.

Balai Berkuak, Minggu, 4 November 2007 – (14.00)
~oOo~

29.10.08

Bincang tentang majalah/zine

Saifun ada kirim SMS kira-kira sebulan lalu yang mencadangkan kita menerbitkan majalah Mastera 2008. Saya kira ada dua cabaran yang perlu kita fikirkan bersama, iaitu isinya dan juga kos (ongkos)nya.

Saya kirim kita boleh terbitkan dalam bentuk zine. Satu caranya ialah dengan setiap peserta menyumbangkan karya pada sehelai kertas A4 yang dijadikan empat halaman dan mengirimkannya kepada salah seorang daripada kita yang diangkat sebagai editor. Editor itu kemudian menyatukan semua sumbangan berkenaan sebagai satu majalah atau zine. Kemudian, editor itu mengirimkan zine berkenaan kepada semua peserta yang menyumbang.

Kedua, kita satukan dalam bentuk modal. Masing-masing kirimkan karya kepada redaksi dan merekalah yang perlu menyiapkannya dan mengirimkannya kembali.

Saya buka perbincangan.

19.10.08

Pantun Kelima

Ikan gembong bekarong-karong
Disimpan di atas peti
Idop bujang betaon-taon
Celane kolor selai dak teganti

Pantun Keempat

Terang bulan terang di gadong
Anak cine pegi memukat
Cemas-cemas dilancar tedong
Kempunan pinang sireh dilipat

Pantun Ketiga

Pontianak pagar cengkodok
Maok naek pintu bekanceng
Tinggallah anak becerogok
Ditinggalkan orang tuenye ke negeri cacing

Pantun Kedua

Alang sakit beladang rimbe
Turun batang naik ke batang
Alang sakit besuami tue
Perut kenyang pengajar datang

Pantun Kesatu

Durian aiknye deras
Anyut batang lintang kepukang
Orang durian ilmunye keras
Orang pendatang adak bise pulang

9.10.08

Le Clézio sebagai Pemenang Nobel Sastera

Novelis berbangsa Perancis yang dianggap pengarang kosmpolitan dunia, Jean-Marie Gustave Le Clézio, diisytiharkan memenangi Hadiah Nobel Kesusasteraan jam 7 malam waktu Malaysia atau jam 6 petang waktu Indonesia Barat, tadi.

Bacaan lanjut di Kawat.